Selasa, 05 September 2017

# Kesehatan

DUKUNG GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)


Anyyeong, hari senin kemarin tepatnya tanggal 28 Agustus 2017 kami para blogger berkesempatan diundang dalam acara Temu Blogger Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan.
Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Santika. Total blogger yang hadir ada 50 orang yang terdiri dari 20 blogger Semarang dan 30 blogger Jakarta. Disini blogger diundang dengan harapan dapat menyebarkan informasi tentang GERMAS agar menjadi viral dan masyarakat tidak mudah termakan oleh isu hoax tentang kesehatan. GERMAS atau kepanjangannya yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan salah satu program dari pemerintah yang dibentuk oleh Kementrian Kesehatan dan melakukan sosialisasi di beberapa kota, salah satunya adalah kota Semarang. Oh iya, kota Semarang sekaligus menjadi Temu Blogger Kesehatan Terbesar loh.

Jadi GERMAS ini apa sih Lee sebenernya?
Menurut Inpres No 1 tahun 2017, GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Masih bingung? Nggak papa, abis ini Lee bakal jelasin keseluruhan isi acaranya kok.

Sebelum acara dimulai, kami diajak untuk senam Hand Hygiene. Senam ini menunjukkan gerakan mencuci tangan dengan benar. Setelah itu kita diajak main game seru yang ada di Kahoot untuk menguji pengetahuan kita tentang kesehatan. Jenggg jenggg jengggg mbak Dian Nafi jadi pemenang game ini.

Seluruh peserta juga diberi kesempatan untuk mengukur tinggi badan, berat badan dan tekanan darah.

Masuk ke sesi utama, diawali oleh Bapak Arvian Nevi, SKM, DEA, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Harapan dari Dinkes Jateng di tahun 2017 ini ada 7 Kabupaten yang bebas dari buang air besar sembarang, kemudian di tahun 2019 Jateng sudah bebas dari buang air besar sembarangan.

Selanjutnya ada Bapak Indra Rizon, SKM, M.Kes, Kepala Bagian Hubungan Media dan Lembaga. Beliau menjelaskan tentang penyakit tidak menular yang semakin meningkat. Meningkatnya penyakit tidak menular juga berbanding lurus dengan banyaknya angka kematian yang disebabkan oleh hal tersebut. Tapi tenang, jangan takut karena kita bisa mencegah penyakit tidak menular dengan GERMAS. Bentuk kegiatan masyarakat hidup sehat ada 7, yaitu:

Melakukan Aktivitas Fisik
Mengonsumsi Sayur dan Buah
Memeriksa Kesehatan Secara Rutin
Tidak Merokok
Tidak Mengonsumsi Alkohol
Membersihkan Lingkungan
Menggunakan Jamban


Kemudian dilanjut oleh dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH, Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI). dr. Ari merupakan seorang dokter sekaligus blogger yang aktif menulis artikel tentang kesehatan ini menjelaskan tentang deteksi dini penyakit tidak menular. Beliau menyatakan bahwa check up secara berkala penting untuk deteksi dini penyakit tidak menular. Check up diperlukan karena banyak penyakit yang timbul pada awalnya tidak bergejala.
Contoh penyakit kronis yang tidak bergejala pada awal sakit, yaitu: peningkatan kadar lemak darah, peningkatan kadar asam urat, peningkatan kadar gula darah. Pola hidup yang tidak bagus akan meningkatkan resiko penyakit, untuk itu kita harus tetap menjaga kesehatan sedini mungkin.
dr. Ari juga memberikan beberapa tips sehat, yaitu:
Banyak minum air putih mininal 8 gelas sehari
Banyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan
Istirahat yang cukup
Tidak merokok
Olahraga yang teratur

dr. Widoyona, MPH, Kepala Dinkes Kota Semarang melanjutkan sesi berikutnya.
Di Semarang, kampanye GERMAS dilakukan oleh Walikota Semarang. Semarang sudah memulai GERMAS dengan disediakannya lingkungan dan fasilitas yang mendukung bagi warga untuk hidup sehat. Kebijakan GERMAS juga diterapkan dengan nota dalam Dinkes agar snack dan makan dalam kegiatan mengandung unsur sayur dan buah, adanya peregangan 2x sehari disela-sela aktivitas pekerjaan, melakukan aktivitas fisik dalam penyelenggaraan kegiatan pekerjaan.

Pembicara terakhir di sesi ini adalah Bapak Yulianto Kepala Dinkes Provinsi Jateng, yang memaparkan soal Jateng Gayeng Dukung Germas. Beliau menjelaskan bahwa penting adanya keterpaduan peran dalam penanganan masalah kesehatan. Selain itu, beliau juga memaparkan tentang 3 pilar Program Indonesia Sehat, yaitu:
1. Paradigma Sehat, Programnya: promotif-preventiv sebagai landasan pembangunan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, keterlibatan lintas sektor
2. Penguatan Yankes, Programnya: peningkatan akses terutama pada FKTP, optimalisasi sistem rujukan, peningkatan mutu
3. JKN, Programnya: benefit, sistem pembiayaan, kendali mutu dan biaya, sasaran: PBI dan Non PBI

Pak Ganjar Pranowo mengusulkan nama Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng untuk mengkampanyekan program keselamatan ibu dan bayi. Kasus kematian ibu semakin menurun sejak adanya program tersebut.
Sekarang ini tren pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular meningkat tiap tahunnya. Di Jateng sendiri sudah turun 14% angka kematian pada tahun 2016. Harapannya semoga tahun 2017 semakin banyak turun presentasi angka kematian.

Acara di akhiri dengan foto bersama blogger Jakarta dan blogger Semarang.

1 komentar:

  1. hhmm emang kesadaran masyarakat tentang kesehatan harus ditingkatin biar bisa mencegah daripada mengobati

    BalasHapus