Rabu, 07 Desember 2016

# Personal Life

KETIKA SEMESTA MEMBERKATI


Hari ini aku merenungkan banyak hal, mulai dari kenapa Tuhan masih memberikan kesempatan bernafas untuk ku sampai problematika yang Tuhan berikan untuk ku juga.

Hari ini aku benar-benar lelah menjalani kehidupan yang Tuhan berikan untuk ku, namun kembali lagi alam sadar ku selalu memotivasi diriku sendiri untuk menyerahkan semuanya kembali ke Tuhan. 
Aku memacu akal ku untuk terus meyakini iman ku akan Tuhan yang senantiasa memberikan kehidupan hingga saat ini aku masih berpijak di Bumi yang dibuat-Nya


Banyak dialog yang aku lakukan pada Tuhan sedari pagi aku bangun sampai pagi dini hari ini.
Aku mempertanyakan tujuan Tuhan menciptakan ku, mengapa harus ada suatu pengkotakan sehingga semua orang yang berada pada kotaknya merasa paling benar, kenapa aku selalu repot dengan pemikiran ku sendiri tentang suatu sudut pandang yang aku lihat dari berbagai sisi, sampai titik terjenuhku ketika aku memikirkan apakah jalan iman yang ku ambil ini sudah benar menuju-Nya.
Akhirnya aku lelah sendiri dengan dialog ku ke Tuhan dan aku menangis seketika mengetahui bahwa inilah ujian yang Tuhan berikan kepadaku. Aku menyadari bahwa ini adalah jalan ku menuju seberapa kuat iman yang aku yakini. 
Benar adanya jika aku baru memulai langkahku untuk mencari apa yang benar-benar aku yakini terlepas dari manapun aku berasal. Toh aku yakin Tuhan akan membantu lewat semestanya ketika ada hamba-Nya yang sedang mencari jalan kebenaran berlandaskan iman kepada-Nya.
Aku bukanlah orang yang religius, sesungguhnya aku adalah salah satu hamba-Nya yang kotor dan penuh dosa. Aku juga bukan orang yang pandai agama dan taat akan peraturan moral yang ada disekitar ku. Aku hanyalah aku yang sedang mencari kebenaran akan semua ini. Melalui akal sedikit demi sedikit pandangan ku terhadap dunia dan konsistensinya mulai berubah. Aku mulai menyapa semesta di tiap pagi aku bangun, aku berdoa semoga semesta yang Tuhan ciptakan mampu berkoordinasi sehingga tercipta keseimbangan pada kehidupan ku. Dan aku akan selalu berdoa agar semesta meng-amini setiap tindakan yang aku ambil dalam pencarian ku terhadap iman ku.

6 komentar:

  1. Beruntunglah orang yang masih memiliki iman meskipun hanya secuil. Bila salah langkah segralah kembali, agar tak terlalu jauh tersesat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa mbak ika, aku masih proses belajar menjadi orang yg lebih baik lagi

      Hapus