Selasa, 13 Februari 2018

REVIEW: SAKURA COLLAGEN BY PT. MEIJI

Selasa, Februari 13, 2018 2 Comments

Anyeong, Lee kembali lagi untuk nulis review skincare nih. Kayaknya udah lama banget yaa nggak nulis review skincare. Sebenernya bahan buat di review banyak banget sih cuman yaa gitu deh kalo nggak ada aksi nyata, ujung-ujung nya nggak bakalan nulis.

Sebenernya bulan bulan lalu tepatnya di tahun 2017, saya pernah bikin review review singkat soal skincare di twitter dengan menggunakan hashtag #LeeSkincare. Menurut saya lebih praktis kalau bikin thread review singkat di twitter. Akan tetapi di tahun 2018 ini, saya mencoba kembali untuk review soal per-Skincare-an di blog biar bisa menjangkau pembaca lebih luas.

Pas banget di awal tahun 2018 saya mendapatkan kesempatan untuk nyobain Skincare dari PT. Meiji yaitu Sakura Collagen. Yukk maree kita bahas tentang si cantik Sakura Collagen.

First impression saya waktu membuka paket dari Sakura Collagen adalah "Wow". Dari kemasan saja, mereka nggak main-main loh, menggunakan box dengan ornamen bunga sakura berwarna pink dan warna dasar putih. Simple dan elegan. Cantik banget menurut saya.



Di dalam box terdiri dari beauty blender, hair band, dan juga krim Sakura Collagen. Packaging masing - masing produk juga nggak asal-asalan. Krim Sakura Collagen di bungkus dengan kotak yang cantik dan disertai pita yang menambah nilai plus produk ini dari sisi packaging.

Sakura Collagen merupakan krim anti aging yang berfungsi untuk melindungi kulit wajah serta melawan tanda - tanda penuan kulit. Yaaa walaupun saya masih tergolong muda, tapi merawat kulit kan nggak harus nunggu tua baru perawatan anti aging. Hari gini di tahun 2018 siapa sih yang nggak pengen punya kulit awet muda?

Krim ini mengandung ekstrak sakura yang dapat membantu menyamarkan tanda tanda penuaan, kolagen, sodium hyaluronat yang membantu melembabkan kulit, pro vitamin B5 untuk meningkatkan regenerasi sel kulit, serta vitamin E sebagai anti oksidan.
tekstur krim
waktu di oles
Untuk tekstur krim ini jujur saya kurang suka karena tekstur krim sangat "thick" alias tebal, jadi kalau make harus tipis biar nggak kerasa tebel banget di muka. Walaupun saya nggak suka dengan teksturnya, tapi saya suka banget sama aroma krim Sakura Collagen yang wangi bunga sakura dan nggak nyengat di hidung. Bagi kalian yang suka aroma floral pasti bakal suka juga sama aroma krim ini.

Sedikit curcol waktu mau menggunakan krim ini saya agak bimbang karena awal Januari 2018 muka saya lagi jerawatan parah yang sampai muncul nanahnya. Rasanya mau nangis kalau inget muka saya bulan kemarin. Setelah saya rasa muka baikan, saya memberanikan diri untuk mencoba Sakura Collagen.

Awalnya saya coba untuk pakai pagi saja, seminggu pemakaian tidak ada tanda tanda muka saya break out atau iritasi. Kemudian saya lanjutkan pemakaian pagi dan malam menjelang tidur selama hampir 2 minggu dan tidak ada masalah, malah tekstur muka saya jadi semakin membaik pasca jerawat parah.

Overall saya cukup puas memakai krim ini selama hampir 3 minggu, terlepas dari tekstur krim yang saya kurang suka. Hasil yang terasa banget saya dapatkan adalah kulit wajah saya yang kenyal, lembab dan juga bekas jerawat saya yang pelan pelan memudar.

Worth to try or not?
Saya pikir nggak ada salahnya sih buat nyobain, mengingat manfaat yang di dapat juga banyak.

Jumat, 02 Februari 2018

REVIEW: LITTLE EROPA DI GIGGLEBOX

Jumat, Februari 02, 2018 2 Comments

Anyeong chingudeul, kali ini Lee mau nyoba berbagi info sekaligus review tempat makan kece di kota Semarang nih.
Seperti biasa, weekend merupakan hari dimana saya keluyuran buat hunting makanan maupun hunting foto sekaligus tongkrong gilak. Tempat pilihan untuk nongkrong saya kali ini adalah di GiggleBox Village Kompol Maksum.

GiggleBox Village Kompol Maksum merupakan GiggleBox cabang ke 4 yang dibuka di Semarang setelah sebelumnya mereka membuka cabang di daerah Siranda, Tembalang dan Kampung Kali.

Ada hal yang sangat berbeda ketika saya pertama kali mengunjungi GiggleBox Village Kompol Maksum. Dari tampak luar masih sama terlihat konsep ala ala Fairy Tale (or something like that) yang unyu-unyu khas banget GiggleBox. Akan tetapi pemandangan berbeda saya jumpai setelah masuk ke dalam. Banyak barang barang jaman dahulu (bisa disebut barang antik kali yaa) yang dipajang mulai dari setelah pintu masuk sampai ke dalam ruangan.
Kak mara lagi apa hayooo

Penataan GiggleBox Village Kompol Maksum menarik banget menurut saya, warna dominan coklat dan biru menghiasi seluruh ruangan disini, baik ruangan indoor maupun outdoor. Mengusung konsep ala Fairy Tale dengan dipadukan nuansa Pedesaan Eropa membuat ruangan yang ada di sini terlihat fotogenic dari segala arah.

Pada bagian bar juga ditata cantik dan apik sesuai tema yang diangkat pada GiggleBox Village. Pokoknya cucok deh untuk urusan penataan tempat disini.


Daya tarik terbesar di GiggleBox Village ini terletak pada bagian outdoor nya dimana terlihat banyak spot foto yang mengusung tema Little Eropa, dan pastinya semua orang yang kesini bakal langsung menuju ke spot ini untuk foto-foto kece. Bagi kalian yang merasa kekinian, kayaknya wajib banget deh buat berkunjung kesini dan nambah stok foto kamu buat di upload di Instagram. Soalnya percaya deh, disini tempatnya Instagramable bingits.
Baby Lee dududududu
Sumber: Kak Erina
Nggak cuma menawarkan desain dan suasana tempat yang ciamik dan cantik luar biasa, GiggleBox Village juga menawarkan menu baru yaitu Bruch Menu yang dapat dinikmati para pengunjung. Menu ini pas banget dinikmatin orang-orang kayak saya yang nggak sempet makan pagi, akhirnya makan pagi sama makan siang digabung deh.

Ada 5 menu dari Brunch Menu yang ditawarkan oleh GiggleBox Village, yaitu: Scramble Egg, Nasi Ayam Bistik, Salmon Egg in Hole, Salmon Mentai Toast, dan Blackpepper Tenderloin Toast.

Sayangnya, Lee cuma nyicipin 2 menu yaitu Scramble Egg dan Blackpepper Tenderloin Toast.
Scramble Egg

Scramble Egg di GiggleBox Village ini dilengkapi dengan smoked beef saus barbeque. Sederhana tapi lezat banget ini mah.
Blackpepper Tenderloin Toast

Blackpepper Tenderloin Toast terdiri dari roti panggang yang ditumpuk oleh daging tenderloin serta diberi irisan potato dan disiram saus blackpepper. Untuk masalah rasa, nggak usah tanya udah pasti enak binggow.

Untuk kalian yang pengen nyobain menu menu lain dari GiggleBox Village serta menikmati suasana cozy dan instagramable, sok atuh langsung aja dateng ke:

GiggleBox Village Kompol Maksum.
Jl. Kompol Maksum No. 209, Semarang.



Sabtu, 20 Januari 2018

DIBALIK BALIHO TERBALIK

Sabtu, Januari 20, 2018 2 Comments

Anyeong teman teman sekalian, kali ini saya mau sedikit curhat boleh laah yaa. Beberapa hari ini aktivitas saya sangat sangat padat sampai saya nggak ada waktu buat sekedar nongkrong maupun ngopi ngopi cantik. Sebagai pekerja baru dikantor, rutinitas leyeh-leyeh yang biasa saya lalui mulai pudar dan berganti dengan rutinitas baru. Mulai dari bangun tidur udah langsung siap siap ke kantor, pulangnya sampai kosan langsung ketiduran.


Karena aktivitas saya yang sibuk dan nggak bisa kemana mana, menikmati jalanan sewaktu berangkat dan pulang kantor merupakan saat yang asik bagi saya. Melihat kanan kiri ada bangunan rumah, toko, aktivitas jualan, interaksi orang-orang adalah beberapa hal yang kadang saya perhatikan untuk sekedar me-refresh otak saya.

Sumber : Facebook.com/Mochamad Syaiful Huda (Karena saya nggak sempet foto sendiri)

Saat perjalanan pulang kerja kemarin, pandangan saya tertuju akan satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu baliho terbalik yang terpasang di depan SPBU Kedungmundu. Lama saya memikirkan baliho itu, karena saya pikir "aduh kasihan banget udah pasang baliho mahal mahal tapi kok kebalik".

Hari ini ketika saya melewati SPBU Kedungmundu saya perhatikan sekali lagi untuk memastikan apakah baliho itu sudah terpasang dengan benar atau masih terbalik, dan ternyata baliho tersebut masih saja dalam keadaan terbalik. Kemudian saya baca tulisan yang ada pada baliho tersebut. Ternyata baliho itu merupakan baliho milik dari Sky Mansion Expatriate. Karena saya penasaran, cari tahulah saya tentang Sky Mansion Expatriate.


Jadi, Sky Mansion Expatriate merupakan cluster perumahan yang dikembangkan di Pudak Payung, Banyumanik Semarang. Dirancang dengan konsep EXPATRIATE (exclusive, panoramic, tropical, investment, authentic and techno) dan terletak di titik tertinggi di Semarang.


Nggak puas dengan itu, saya mencari brosur tentang Sky Mansion Expatriate dan saya menemukan sesuatu yang menarik lainnya. Pertama, dilihat dari brosur saya sudah tertarik dengan design bangunan yang ditawarkan. Kedua, melihat fasilitas yang ditawarkan ada begitu banyak terlebih lagi mereka menawarkan fasilitas berupa Infinity Pool dengan view golden sunrise yang dapat memanjakan mata. Untuk orang seperti saya yang hobi banget nyari sunrise, fasilitas ini merupakan fasilitas yang OKE banget.


Hunian yang ada pada kawasan ini dirancang agar memiliki pemandangan menarik, tidak hanya hunian dengan lantai menjulang keatas, akan tetapi ada pula hunian 2 laintai dengan basement. Duh saya jadi pengen punya rumah di Sky Mansion Expatriat melihat banyak banget kenyamanan yang ditawarkan. Langsung jadi anak rumahan deh saya karena fasilitas udah komplit nggak usah main kejauhan.

Sekarang saya mengerti kenapa baliho Sky Mansion dipasang terbalik, karena ini merupakan strategi marketing mereka. Pemasangan baliho terbalik memang sengaja dilakukan untuk memancing rasa penasaran orang-orang seperti saya yang ingin tahu lebih lanjut "Apa sih Sky Mansion itu?"
Mungkin kalau baliho itu tidak dipasang terbalik, saya nggak bakalan ngeh tentang Sky Mansion dan cuma melihatnya sebagai baliho biasa saja dan tidak ada yang istimewa.

Bukan hanya pemasangannya yang terbalik, akan tetapi ada hal lain yang juga menarik pada tulisan di baliho tersebut. Tulisan itu berbunyi "Harga terbaik sebelum terbalik". Dimana ada tulisan 400 juta dengan posisi tidak terbalik dan diatasnya ada tulisan 700 juta dengan posisi terbalik. Dengan kata lain, harga 400 juta meupakan harga terbaik (promosi) yang bisa para pelanggan dapatkan sebelum harga terbalik (normal) menjadi 700 juta.


Jumat, 05 Januari 2018

RESOLUSI TANPA AKSI

Jumat, Januari 05, 2018 4 Comments
Annyeong para pembaca blog lee yang update nya nggak tentu ini.
Pertama-tama lee mau ngucapin Selamat Tahun Baru 2018 untuk kalian kalian semua.


Ngomongin soal pergantian tahun pasti erat kaitanya sama RESOLUSI. Banyak dari kita mempunyai harapan-harapan di tahun baru 2018. Tapi banyak juga loh yang resolusi tahun 2018 sama aja kayak resolusi tahun tahun sebelumnya karena resolusi ditahun sebelumnya ada yang belum terwujud. Harapan serta doa banyak-banyak kita panjatkan pada Yang Maha Kuasa ditahun baru ini agar kedepannya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi.


Ada yang resolusinya lulus kuliah, dapet pacar, nikah, punya anak, dapet kerjaan, punya usaha sendiri, bahkan sampe ada yang resolusinya punya gadun baru. Oke untuk resolusi yang terakhir itu jangan di tiru yaa adek adek dan kakak kakak sekalian, tapi kalau tetep ngotot yaa terserah aja dah.


Sama halnya seperti kalian kalian semua, saya juga punya beberapa resolusi yang ingin saya wujudkan tahun ini. Nggak banyak sih resolusi saya cuman tiga bijik aja. Resolusi ini sebenernya merupakan resolusi saya dari tahun tahun sebelumnya yang belum kurang bisa saya wujudkan. Berikut ini merupakan beberapa resolusi yang belum kurang bisa saya wujudkan sekaligus menjadi resolusi saya di tahun 2018 ini.

1. MORE HAPPY

Jadi apakah sebelum sebelum ini saya tidak bahagia? Hhmmm, nggak juga. Saya bahagia di penghujung tahun 2017 kemaren. Cuma hidup saya tahun kemaren cukup complicated dan campur aduk kayak gado gado dan permen nano nano.
Kemudian sabda netizen:
Laahh bukannya enak kalo idup kayak gado gado? Kan idup nggak melulu seneng lee? 
Iyee tau gue, tapi idup gue taun kemaren up and down nya udah level nggak santee banget. Makanya di tahun ini, meskipun ntar kedepannya bakalan ada up and down gue pengen bisa ngadepin dengan dibawa santee ajee shay. Rak usah dipikir jero (artinya: nggak usah dipikir dalem dalem)
Kok saya pakai bahasa gue gue siikk, padahal kan dari awal udah pake saya saya yhee kan. Yaudahlah suka suka lo aje dah lee.

2. HEALTHY

Resolusi kedua gue di tahun ini adalah sehat. Kalean pernah denger nggak kalau "Sehat itu MURAH, Sakit itu MAHAL" 
Slogan itu bukan hanya sekedar kata-kata kosong tanpa arti loh. Selama tahun 2017 kemaren, saya gampang banget kena sakit mulai dari flu, batuk, gatel-gatel, iritasi, sampai penyakit lumayan serius
yang mengharuskan saya untuk di operasi. Maka dar itu saya pengen banget tahun ini bisa sehat segar bugar biar tiap hari selalu semangat.

3. RICH

Ini merupakan resolusi utama saya tiap tahunnya. Menjadi kaya tentu jadi impian banyak orang dong bukan cuma saya aja yang pengen kaya ruaya.
Realistis aja, sebenernya kita butuh yang namanya uang. Kalo ada yang bilang bahwa mereka udah nggak butuh uang, mungkin mereka ini anak seorang Bill Gates atau anak Mark Zuckerberg. Bisa jadi mereka emang udah kauaya raya dari sebelom mereka lahir, yaa semacam Paris Hilton laah. Kemungkinan lainnya mereka menjadi simpanan raja minyak yang duitnya udah semacem godhong jati yang tinggal ngambil.


Bikin resolusinya udah, sekarang tinggal gimana cara mewujudkannya.
Apakah resolusi akan menjadi suatu omong kosong di awal tahun atau kita memang pelan pelan mencoba mewujudkan resolusi itu, semua tergantung kita sendiri.


Kalo sekedar bikin resolusi sih semua orang saya kira bisa, cuman untuk mewujudkan resolusi apakah semua orang melakukannya?
Pada akhirnya resolusi hanyalah menjadi omong kosong tiap awal tahun dan seperti judul di artikel ini. RESOLUSI TANPA AKSI.


Sejujurnya, judul RESOLUSI TANPA AKSI ini sudah ingin saya tulis sejak tahun kemarin. Lagi lagi tanpa aksi, tulisan yang harusnya saya tulis di tahun 2017 baru sempat saya tulis di 2018.
Apakah kalian semua akan menjadi orang orang penuh omong kosong dengan resolusi tampa aksi? Semua keputusan ada di tangan kalian.

Anyway, sebenernya saya heran kenapa resolusi erat kaitannya dengan tahun baru? Jadi apakah kalau nulis resolusi harus di momen tahun baru? Apakah resolusi nggak boleh di tulis di tengah atau akhir tahun?